Selasa, 19 Juli 2016

Peralatan, bahan dan prosedur pemetaan digital

 Keyword          : PTD, SIG, peta digital, data spasial

Pemetaan tanah digital(PTD) didefenisikan sebagai penciptaan dan pengisian sistem informasi tanah dengan menggunakan metode-metode observasi lapangan dan laboratorium dengan pengolahan data secara spatial ataupun non-spatial. Tujuan PTD adalah menggunakan variabel-variabel pembentuk tanah untuk memprediksi sifat dan ciri tanah keseluruhan area survai dalam Sistem Informasi Geografis(SIG). SIG digunakan untuk menproses informasi-informasi tanah dengan lingkungannya.

a. Data spasial
Data spasial adalah data yang memiliki referensi ruang kebumian(georeference) di mana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial. Pemanfaatan data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologi pemetaan digital dan pemanfaatannya pada SIG. Penuangan informasi spasial dalam bentuk peta digital sangat dihajatkan dikarenakan hal-hal berikut:
1. Fleksibilitas penggunaannya untuk berbagai kepentingan sektoral pembangunan.
2. Semakin meluasnya penggunaan komputer personal dengan berbagai fasilitas untuk penampilan data grafis.
3. Semakin meluasnya pemanfaatan SIG yang berbasis peta digital. SIG semakin diharapkan kontribusinya dalam membantu pengambilan keputusan pada kebijakan yang terkait dengan penataan dan pemanfaatan ruang.

b. Spesifikasi peta digital
Peta digital mengandalkan data yang terintegrasi secara nasional bahkan internasional, cepat proses produksinya, akurat datanya serta terjamin proses pemutakhirannya.Pemetaan digital mencoba menerapkan teknologi mutakhir di bidang pemetaan yang seoptimal mungkin memanfaatkan teknologi digital. Pada pemetaan digital terjadi reduksi tahapan proses produksi pemetaan serta waktu produksi. Pemetaan digital menawarkan teknologi pemetaan yang menjamin kecepatan dan ketepatan produksi peta.

c. Yang unik pada pemetaan digital
Pemotretan foto udara dikombinasikan dengan teknologi penentuan posisi GPS Kinematis. Ini mereduksi kebutuhan titik kontrol lapangan yang memakan waktu lama dalam pengadaan dan sangat merepotkan dalam pemeliharaannya. Kebutuhan titik kontrol lapangan dipenuhi dengan pengukuran Differential GPS. Ini menjamin integrasi data dengan kerangka spasial nasional bahkan internasional. Kontur dihitung dengan pengukuran data ketinggian pada grid beraturan ditambah pada unsur-unsur penting, seperti jalan dan sungai. Penambahan data hasil proses cek lapangan, pemisahan warna cetak sampai pembuatan desain kartografis dilakukan hampir seluruhnya secara digital.

d. Produk
1. Titik Kontrol GPS, sangat bermanfaat untuk pengikatan pemetaan sektoral kepada kerangka spasial nasional.
2. Cek plot geografis, pada prinsipnya sudah dapat dimanfaatkan untuk aplikasi SIG sebagai masukan data dasar, atau pembuatan peta-peta khusus, misalnya peta jaringan jalan.
3. Peta digital, didistribusikan dalam media CD-ROM sangat membantu mempercepat pengadaan data spasial dasar, siap digunakan oleh berbagai kepentingan pemetaan sektoral.


Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini

Peta Digital

Keyword           : Peta digital, peta analog, peta tematik, pemetaan

Seperti halnya peta hardcopy atau peta analog, peta digital dapat kita pakai untuk membantu kita mendapatkan informasi suatu daerah. Perbedaan antara keduanya hanya pada pada bentuknya saja, dimana peta analog berupa lembaran kertas, sedangkan peta digital berupa data yang tersimpan dalam media perekam seperti disket, CD, flashdisk atau harddisk. Kelebihan yang dimiliki oleh peta digital dibanding dengan peta analog salah satunya adalah kemudahan untuk editing dengan mudah dan cepat.
Dengan adanya peta digital kita sebagai orang-orang yang berhubungan dengan pemetaan atau orang-orang yang dalam kesehariannya selalu bergelut dengan peta banyak diuntungkan. Namun selain keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan, ada pula kekurangan-kekurangan yang kita dapatkan dengan menggunakan peta digital. Keuntungan-keuntungan yang kita dapatkan antara lain:
1.    Pembuatan peta existing semakin cepat dan mudah.
2.    Pembuatan peta tematik lebih mudah dan cepat.
3.    Produksi (penggandaan) peta semakin cepat.
4.    Penyajian secara grafis lebih bagus.
5.    Updating peta lebih mudah dan cepat.
6.    Melalui pengggabung dengan data stasistik maka analisis data dapat dilakukan dengan mudah.
7.    Media penyimpanan semakin kecil sehingga tidak membutuhkan ruangan yang besar.
8.    Kualitas data dapat dipertahankan karena tidak terpengaruh oleh suhu, tekanan, dan lain-lain.
9.    Dapat dengan mudah membuat peta.
10.  Dapat dengan mudah memproduksi peta dengan berbagai macam skala dengan memperhatikan proses seleksi dan generalisasi.

Kendala-kendala yang dihadapi dalam penggunaan peta digital adalah:
1.    Membutuhkan investasi biaya yang mahal untuk peralatan (hardware) pengadaan data (digitizer, scanner, computer, total station, GPS, citra satelit dll).
2.    Memerlukan sumber daya manusia yang terampil yang menguasai berbagai macam disiplin ilmu (computer, kartografi, remote sensing, pemetaan digital, sistem koordinat, sistem proyeksi dll).
3.    Membutuhkan biaya investasi yang besar untuk pengadaan software yang berlisensi (MS windows, MS office, ER Mapper, Autocad Map, Arc View, Map Info, dll)
Dengan kemudahan pengolahan dan pemindahan dari media komputer ke media penyimpanan data membawa dampak negatif seperti:
1.    Dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang dan dapat diperbanyak, diberikan kepada pihak lain serta dapat diperjualbelikan secara bebas.
2.    Terjadi pembocoran data kekayaan alam, dislokasi militer, dan segala sesuatu yang seharusnya menjadi rahasia negara.

Data tentang kondisi medan/alam dapat ditransfer secara langsung dan secara cepat dengan menggunakan jaringan komputer yang saling dihubungkan, sehingga pihak musuh secara sewaktu-waktu di monitor dari tempat yang lain.



Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini